MAKSIBAR – Makan Siang Bareng di Hotel NEO Malioboro

Maksibar Neo Malioboro

Malioboro merupakan salah satu ikon Kota Yogyakarta. Tak lengkap rasanya jika jalan-jalan ke Yogyakarta namun belum mampir ke Malioboro. Sepanjang jalan tersebut, tumpah ruahlah berbagai jenis pedagang, mulai pedagang kecil yang menggunakan gerobak, sampai dengan pedagang besar yang membungkus jualannya dalam sebuah bangunan berupa mall.

Anggapan bahwa harga di barang di Malioboro jauh lebih murah bisa saja benar. Jika anggapan bahwa murah saja tak cukup, paling tidak kita bisa menemukan hampir semua jenis barang di sepanjang Jalan Malioboro. Sayangnya, berbanding terbalik dengan barang seperti sandang, harga pangan di sana kadangkala tak masuk akal.

Sebagian dari kita mungkin pernah membaca/mendengar berita viral mahalnya harga makan di Malioboro. Konon, sekelompok muda-mudi menghabiskan jutaan rupiah untuk beberapa porsi makanan yang normalnya cukup mengeluarkan uang ratusan ribu. Dalam kasus ini, pembeli sedikit banyak tetap disalahkan karena tak bertanya terlebih dahulu harga makanan tersebut. Kasus ini memunculkan babak baru berupa diterapkannya peraturan pemerintah setempat, bahwa setiap pedagang harus mencantumkan harga makanan sehingga pembeli tak merasa tertipu. Walau begitu, tetap saja harganya berkali lipat dibanding harga normal.

Nah, kalau sudah begitu, di mana lagi tempat yang enak, murah, dan nyaman untuk makan siang bersama? Tanpa harus menimbulkan rasa khawatir saat makan karena ketakutan uang di kantong tak cukup membayarnya. Apalagi dalam kondisi kelelahan dan kepanasan setelah puas berjalan di pusat perbelanjaan Beringharjo misalnya.

161496_1
Hotel NEO Malioboro

Kenapa tak mencoba makan siang di Hotel NEO Malioboro? Lokasinya tak jauh dari Jalan Malioboro, berdekatan dengan Stasiun Tugu sebelah utara jalan tersebut. Tepatnya berada di Jalan Pasar Kembang. Ehm.

Loh, memangnya bisa makan di Hotel?

Tentu saja bisa, hanya saja beberapa orang enggan untuk melakukannya.

Umumnya, ada dua alasan utama orang enggan untuk makan di hotel. Pertama, anggapan bahwa makan di hotel itu pasti mahal. Kedua, sebagian besar orang taunya kalau hotel hanya digunakan menginap. Kalaupun ada paket makan, maka harus digabungkan dengan paket menginap.

Mari sedikit kita luruskan pandangan tersebut. Belakangan (atau malah sedari dulu), sudah banyak hotel yang menjual paket sarapan, makan siang, dan/atau makan makan ke publik tanpa harus kita memesan kamar di sana. Tak jarang juga yang menyediakan paket makan malam spesial seperti barbeque atau candle light dinner misalnya.  Jenis makanan yang ditawarkan bermacam-macam, mulai dari Asiansampai Western, dari À la carte sampai dengan All you can eat.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Hotel NEO Malioboro, menyediakan makan siang dengan paket MAKSIBAR (Makan Siang Bareng). Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp.55.000 per orang, kita bisa makan siang sepuasnya di Noodles Now Restaurant lantai dua hotel tersebut, dimulai dari jam 11.00 sampai dengan jam 14.00.

Tunggu dulu, Rp.55.000 per orang? Lebih mahal dibanding warung tenda sekitar Jalan Malioboro dong?

Memang, kesannya sedikit mahal, tapi dengan harga segitu kita bisa mencicipi semua menu yang ada di restoran hotel, All you can eat. Bandingkan jika kita makan di restoran lain, biasanya kita tak cukup memesan satu menu bukan? Jika seandainya kita pesan 3 menu saja, mulai dari appetizer, main course sampai dengan dessert, harganya pasti lebih jauh mahal dari paket MAKSIBAR Hotel NEO Malioboro. Bukan hanya makanan yang enak, tapi kita juga menawarkan tempat dan suasana yang nyaman.

Begitu Mbak Ardisa selaku Assitant Sales Manager membuka percakapan.

IMG_0984
Ardisa Dwi Lestari selaku Assistant Sales Manager

Jika disimpulkan, memang makanan di warung tenda sekitar Jalan Malioboro lebih murah, namun kita hanya bisa mendapatkan satu menu per orang, belum lagi fasilitas yang tersedia sangat terbatas. Karena, ada beberapa tipikal orang yang ketika makan tak cukup sekadar enak, tapi tempatnya juga harus nyaman.

Alternatif lain, kita bisa mencoba restoran cepat saji. Menawarkan harga yang murah dan tempat yang nyaman, tapi dengan pilihan menu yang kurang variatif.

Atau mau mencoba restoran khas Bali di Malioboro? Tak perlu saya jelaskan harganya. Yang jelas, sesaat setelah membuka daftar menu, mata kita dibuat terbelalak olehnya. 😀

Oh ya, makan siang kala itu, 25 Juli 2016, ditemani langsung oleh Mbak Ardisa yang bertugas untuk mempromosikan paket MAKSIBAR. Tak hanya Mbak Ardisa, hari itu, kami para blogger yang tergabung dalam Komunitas Blogger Jogja, juga mengikuti tur singkat tentang daftar makanan yang dipandu langsung oleh Executive Chef Firmansyah.

IMG_0002
Chef Firmansyah

Seperti pada paket All you can eat umumnya, ada tiga jenis makanan yang tersedia, appetizer (hidangan pembuka), main course (hidangan utama), dan dessert (hidangan penutup). Hidangan pembuka didominasi berbagai cold appetizer (hidangan pembuka dingin) seperti salad, kebab, dan roti-rotian lengkap dengan berbagai jenis saus seperti thousand island. Ada juga hot appetizer (hidangan pembuka panas) berupa sup ikan dan tomat.

IMG_1015-1
Hidangan pembuka pilihan saya

Hidangan utamanya (pada waktu itu) berupa tongseng kambing kecil atau disingkat kimcil dan ayam keju. Dua lauk tersebut bisa dikombinasikan dengan makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi atau bisa juga dengan kentang panggang. Sedangkan hidangan terakhir, berupa dessert tentunya berupa makanan manis seperti puding dan kue serta berbagai manisan lainnya.

Oh, tak lengkap ya rasanya kalau makan besar tanpa kerupuk dan sambal? Tenang, di sini semuanya tersedia dan bisa ambil sepuasnya.

About Dedy Yugo Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala. Berbagi cerita perjalanan melalui www.bajalanan.com.

View all posts by Dedy Yugo Purwanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *